ROAD TO SCHOOL BATU AMPAR KUTAI TIMUR
Bismillahirohmannirohim
RTS merupakan program yang berfokus pada sosialisasi BEASISWA khusunya beastudi etos. Tujuannya Memberikan informasi mengenai beasiswa bagi siswa/i yang ingin melanjutkan kuliah. Pada kali ini RTS atau ( Road To School ) akan di laksanakan dengan pembagian di bebrapa wilayah yaitu:
1. Samarinda
2. Balik Papan
3. Kutim
4. PPU/Paser
5. Kukar
Jadi kali ini saya sebagai salah satu anggota dalam RTS ke sekolah khususnya yaitu di Daerah Batu Ampar Kutim, ini merupakan pengalaman kedua kalinya dalam aksi penebar manfaat di Batu Ampar khususnya di sekolah SMA Negeri 1 Batu Ampar yang sebenarnya juga merupakan sekolah saya, saya merupakan alumni ke-8 dari SMA Negeri 1 Batu Ampar berbagi pengalaman dan berbagi informasi kepada adik-adik merupakan salah satu kebanggaan tersendiri bagi saya ,bisa hadir di depan umum, berbicara dan menyampaikan mengenai solusi kalau ada yang gratis kenapa harus memilih yang berbayar? Yaitu kuliah tak gentar dan beastudi etos samarinda. Sekarang melihat semakin laju gerak modernisasi dapat kita lihat bahwa berubah pula kebanyakan pola fikir siswa dalam memikirkan masa depan yaitu melanjutkan ke perguruan tinggi, begitu banyak watak yang di miliki siswa dalam menyikapi masalah pendidikan dan cita-citamasing-masing. Di kubu lain ada yang masih resah kalau kuliah itu mahal, dan ada pula yang resah kalau kuliah itu menghabiskan waktu, ada pula yang beranggapan bahwa walau kuliah juga apa bedanya dengan masyarakat kecil yang menciptakan ijasah palsu selayaknya sarjana dan masuk di sebuah sisitem pemerintahan dan banyak menghabiskan uang rakyat? Ada juga yang berfikir bahwa kuliah itu bisa menjamin masa depan dan dapat merubah nasib seseorang. Bagi saya wajar dan sangat normal fikiran-fikiran itu muncul dalam fikiran siswa-siswi SMA karna pada hakikatnya manusia tidak ingin di rugikan atau di persulit maka kebanyakan siswa sekarang mengeluh terkait sistem pendaftaran kuliah yang rumit, pendaftaran beasiswa yang rumit, tetapi dari saya sendiri memberikan motivasi bahwa tidak ada perjuangan yang tidak berbuah manis, jika mereka berani bersaing dan berani maju walau mereka hanya berasal dari desa kecil yang tidak dapat di prediksi kapan akan maju tetapi usaha mereka untuk berani bersaing itu sudah menjadi modal utama.
Pada RTS kali ini saya mengundang organisasi luar untuk menjadi relawan yaitu HIMA BATU AMPAR, melihat sudah banyak mahasiswa dari Batu Ampar yang kuliah di Samarinda membuat saya berfikir mengapa tidak mengajak mereka dan berbagi pengalaman bersama, mereka juga sangat antusias untuk berbagi pengalaman kepada adik-adik di sekolah. Beberapanya adalah:
1. Josua Orlando (Fisip Universitas Tujuh Belas Agustus Samarinda)
2. Shinta Oktaviani ( FEB Universitas Mulawarman )
3. Shanti Widia Pratiwi ( FH Universitas Mulawarman )
4. Lina Lailatul Azizah ( Etoser 2017 Fkip Geografi Universitas Mulawarman )
5. Opilia ( Fisip Universitas Mulawarman )
6. Novi Wastilawaty ( FH Universitas Mulawarman )
Melihat dari ketersediaan pihak sekolah, pihak sekolah sangat mendukung adanya sosialisasi RTS untuk membantu sekolah memberikan informasi terkait kuliah dan beasiswa di perguruan tinggi. Dari pihak sekolah juga sangat antusias untuk membantu siswa-siswi kelas 3 untuk mendaftar kuliah melalui 3 tahap yaitu SNMPTN,SBMPTN, dan SMPTN hanya 3 tahap yang dapat di usahakan karna keterbatasan media alat bantu dan masalah jaringan yang tidak memadai. Sekolah dapat berharap agar siswa-siswi kelas 3 dapat mendapat peluang besar untuk memasuki perguruan tinggi.
Pengalaman ini belum berakhir hanya saja sekedar memberikan gambaran bagaimana RTS di Batu Ampar dan keadaan siswa-siswi serta kesadaran akan pendidikan di sekolah SMA N 1 Batu Ampar. Di tinjau dari pengamatan dan hasil wawancara bahwa pada angkatan ke -10 ini hanya 60 % yang ingin berkuliah 40% lainnya memilih untuk bekerja semua ini berlandaskan perekonomian rendah dan ketidak pemahaman lagi akan motivasi kuliah, tetapi sangat bersyukur bahwa masih ada regenerasi yang akan meneruskan perjuangan para pendahulunya untuk mengejar cita-cita setinggi-tingginya.
Peran saya sendiri untuk sekolah bahkan untuk adik-adik hanya menjadi mediator dan memberikan sedikit banyaknya informasi demi memudahkan adik-adik untuk mendaftar kuliah juga untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Sangat tidak mudah mencari rupiah di era modern saat ini yang mana semua perubahan dunia di kuasai oleh keahliaan manusia di beberapa bidangnya, dan dunia membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk dapat bersaing dengan Negara-Negara maju di luar sana, harapan saya sendiri untuk RTS yaitu agar dapat berorientasi lebih luas lagi serta dapat memberdayakan manusia serta mencerdaskan masyarakat.
SEKIAN

Semangat menebar manfaat
BalasHapus