Debate Competition Kembali untuk bersinar, Beastudi Etos Samarinda membawa salah satu tim debat yang bernama "Pemuda Kontributif"
mereka adalah, Nur Janah Etoser 2016 ( FKIP PPKN ), Fitri Nurmulkiah Etoser 2016 ( PG PAUD ), Muhammad Enggi Sulaiman Etoser 2017 ( FKIP GEOGRAFI ). Ajang perlombaan debat ini yaitu yang di adakan oleh HMPKN UNMUL yaitu HARKIT HMPKN ( Hari Kebangkitan hmpkn ) kali ini tim pemuda kontributif mendapat juara II dalam lomba debat tingkat FKIP.
Hari Pertama: Babak Penyisihan
Di hari pertama, kami yang sudah menyiapkan diri serta beberapa materi dalam mosi perdebatan kali ini yaitu, "PT freeport Indonesia apakah merugikan" mosi yang cukup menarik untuk di perdebatkan. Kali ini susunan dalam pembicara tim kami yaitu, Fitri Nurmulkiah sebagai pembicara pertama, Muhammad Enggi Sulaiman sebagai pembicara kedua, Nur Janah sebagai pembicara ketiga, kami mempersiapkan segalanya dengan sangat baik dari persiapan materi, argumentasi,serta kostum yang digunakan dalam perlombaan sebagai pendukung keseriusan dalam perlombaan. Babak penyisihan di mulai hari selasa 5 Desember 2017 pukul 09.00 di Ruang Rapat Rektorat Lantai 1, sedangkan kondisi hujan deras di sertai banjir kami mendapat kesulitan untuk menuju rektorat dalam keadaan banjir dan kondisi motor sedang macet karena terendam banjir dengan terpaksa kami harus mendorog motor ketepi jalan dan mencoba menyalakannya setelah beberapa menit motor kembali menyala dan kami mencoba menerobos banjir dengan pakaian yang basah kuyup dari ujung kepala hingga ujung kaki kami menuju rektorat dan memasuki ruangan. sesampainya di sana kami duduk dan mengisi absen peserta lomba lalu menunggu acara di mulai. Kami tampil dengan nomor urut kedua dengan selalu merajut rasa percaya diri kami maju untuk bertanding melawan tim fisika dan di situ pengambilan pro atau kontra hingga kami mendapat pro yaitu setuju akan PT Freeport Indinesia itu merugikan. Di awali dari penyampaian pembicara pertama yaitu pengenalan dan pembukaan argumentasi pro lalu dilanjutkan oleh pembicara keduaa dengan menguatkan dengan fakta-fakta empiris, sosiologis dan yuridis kemudian tibalah tim kontra atau tim fisika untuk menyampaikan argumennya, setelah tim kontra selesai menyampaikan argumennya di lanjutkan dengan sesi saling bidas atau saling debat ntara tim pro dan tim kontra setelah saling membidas tibalah kami pada penghujung yaitu kesimpulan yang di sampaikan oleh pembicara ketiga serta memberikan solusi atas segala permasalahan yang ada di PT Freeport itu sendiri sekaligus menutup perdebatan, setelah selesai penyampaian kesimpulan dari masing-masing pembicara ketiga dari kedua tim pro maupun kontra setelah itu tibalah pada saat mendengarkan komentar dari juri, komentar juri merupakan suatu bentuk evauasi dan juga bentuk semangat untuk menjadi lebih baik lagi nantinya, dan kami sudah merasakan bahwa kami akan lanjut ke semi final untuk selanjutnya. Dan akhirnya di penghujung acara panitia mengumumkan tim yang masuk semi final dan termasuk tim kami pemuda kontributif lanjut ke semi final dengan mosi perdebatan " SMA Lebih Produktif Dari Pada SMK"
Hari Kedua: Babak Semi Final dan Final
Di hari kedua, pada hari Rabu 6 Desember 2017 pukul 09.00 di Ruang Rapat Rektorat Lantai 1 kami dengan persiapan yang lumayan matang kembali untuk hadir dan melanjutkan jejak perjuangan untuk lanjut ke semi final debat. Dengan rasa percaya diri penuh bahwa kami akan lanjut ke final juga kali ini meski sangat berambisi tetapi itu salah satu bentuk semangat dari kami dalam terus belajar, dengan mosi kali ini yaitu lebih pada suatu sistem pendidikan yang mana berbicara produktifitas mana kah antara SMA dan SMK? sungguh hal yang perlu di perdebatkan kali ini untuk mengetahui lulusan-lulusan mana atau generasi mana yang sangat produktifitas dan yang begitu penting yaitu kita ingin menemukan sosok jati diri dari setiap lulusan baik dari SMA dan SMK yang merupakan tolak ukur kesuksesan seseorang. Pada kali ini kami melawan tim Civic Education 2 yaitu yang berasal dari perogram study saya sendiri yaitu PPKN yang juga merupakan teman-teman sekelas saya angkatan 2016 dengan perundian pro dan kontra kami mendapat kontra yaitu SMK lebih produktif dari pada SMA. Di awali dari penyampaian pembicara pertama yaitu pengenalan dan pembukaan argumentasi dari tim pro lalu dilanjutkan oleh pembicara keduaa untuk penguatan, kemudian tibalah tim kontra dari kami untuk menyampaikan argumen, dengan menguatkan dengan fakta-fakta empiris, sosiologis dan yuridis setelah selesai menyampaikan argumen di lanjutkan dengan sesi saling bidas atau saling debat ntara tim pro dan tim kontra setelah saling membidas tibalah kami pada penghujung yaitu kesimpulan yang di sampaikan oleh pembicara ketiga serta memberikan solusi atas segala permasalahan mengenai mosi perdebatan kali ini sekaligus menutup perdebatan, setelah selesai penyampaian kesimpulan dari masing-masing pembicara ketiga dari kedua tim pro maupun kontra setelah itu tibalah pada saat mendengarkan komentar dari juri, komentar juri merupakan suatu bentuk evauasi dan juga bentuk semangat untuk menjadi lebih baik lagi pastinya, kemudian setelah selesai kami keluar dari arena perdebatan dan berjabat tangan dengan tim pro dan dengan juri-juri kami kembali ke tempat duduk dan menunggu sampai pengumuman, tidak lama kemudian pengumuman untuk final kami di nyatakan lolos masuk final dengan mosi perdebatan " Hukuman mati kepada Tindak Pidana Korupsi" kemudian setelah kami mengetahui bahwa kami masuk final semangat kami semakin bertambah untuk mencari materi dan belajar mengenai 'hukuman mati kepada tindak pidana korupsi' kami di beri waktu 30 menit dalam mempersiapkan baik persiapan diri maupun argumentasi karna dengan waktu yang singkat dan dengan mosi yang baru di berikan merupakan tantangan bagi kami dalam perebutan juara 1 dan 2 kali ini kami melawan tim Civic Education 1 yang merupakan teman-teman satu program studi yaitu PPKN 2016 yang merupakan tim terkuat pada perdebatan HARKIT HMPKN. Hingga tibalah pada pertandingan terakhir dengan yang sama seperti tadi pengundian pro dan kontra di lakukan ketika dalam arena perdebatan dan kami ada di posisi pro kami setuju akan adanya hukuman mati kepada para tindak pidana korupsi dengan beradu argumen dengan kuat kami tetap memertahankan bahwa kami sangat setuju dengan adanya hukuman mati. Setelah selesai adu argumen dan penutup juga kesimpulan tibalah pada komentar juri ini merupakan hal yang menegangkan karna kurangnya kami yaitu kami banyak menyebutkan data tetapi tidak tahu pasti asal dan sumber data itu yang di sebut " Data Siluman" tetapi kami tetap percaya diri dan terus semangat, hingga tibalah pengumuman pemenang lomba debat HARKIT HMPKN 2017 yaitu jatuh pada:
Juara 1 di raih oleh: Tim Civic Education 1
Juara 2 di raih oleh: Tim Pemuda Kontributif ( Beastudi Etos Samarinda )
Juara 3 di raih oleh: Tim Civic Education 2
Allhamdulillahhirobbilalamin.............................................................
Pemuda Kontributif meraih juara 2 meski hanya juara dua itu merupakan penghargaan terbaik sepanjang masa, dan sepanjang hidup menjadi etoser, meraih prestasi merupakan bentuk cita-cita dari kami dan dengan ini kami dapat meraih dan memenuhi Profil Pemuda Kontributif.
Hari Kedua: Babak Semi Final dan Final
Di hari kedua, pada hari Rabu 6 Desember 2017 pukul 09.00 di Ruang Rapat Rektorat Lantai 1 kami dengan persiapan yang lumayan matang kembali untuk hadir dan melanjutkan jejak perjuangan untuk lanjut ke semi final debat. Dengan rasa percaya diri penuh bahwa kami akan lanjut ke final juga kali ini meski sangat berambisi tetapi itu salah satu bentuk semangat dari kami dalam terus belajar, dengan mosi kali ini yaitu lebih pada suatu sistem pendidikan yang mana berbicara produktifitas mana kah antara SMA dan SMK? sungguh hal yang perlu di perdebatkan kali ini untuk mengetahui lulusan-lulusan mana atau generasi mana yang sangat produktifitas dan yang begitu penting yaitu kita ingin menemukan sosok jati diri dari setiap lulusan baik dari SMA dan SMK yang merupakan tolak ukur kesuksesan seseorang. Pada kali ini kami melawan tim Civic Education 2 yaitu yang berasal dari perogram study saya sendiri yaitu PPKN yang juga merupakan teman-teman sekelas saya angkatan 2016 dengan perundian pro dan kontra kami mendapat kontra yaitu SMK lebih produktif dari pada SMA. Di awali dari penyampaian pembicara pertama yaitu pengenalan dan pembukaan argumentasi dari tim pro lalu dilanjutkan oleh pembicara keduaa untuk penguatan, kemudian tibalah tim kontra dari kami untuk menyampaikan argumen, dengan menguatkan dengan fakta-fakta empiris, sosiologis dan yuridis setelah selesai menyampaikan argumen di lanjutkan dengan sesi saling bidas atau saling debat ntara tim pro dan tim kontra setelah saling membidas tibalah kami pada penghujung yaitu kesimpulan yang di sampaikan oleh pembicara ketiga serta memberikan solusi atas segala permasalahan mengenai mosi perdebatan kali ini sekaligus menutup perdebatan, setelah selesai penyampaian kesimpulan dari masing-masing pembicara ketiga dari kedua tim pro maupun kontra setelah itu tibalah pada saat mendengarkan komentar dari juri, komentar juri merupakan suatu bentuk evauasi dan juga bentuk semangat untuk menjadi lebih baik lagi pastinya, kemudian setelah selesai kami keluar dari arena perdebatan dan berjabat tangan dengan tim pro dan dengan juri-juri kami kembali ke tempat duduk dan menunggu sampai pengumuman, tidak lama kemudian pengumuman untuk final kami di nyatakan lolos masuk final dengan mosi perdebatan " Hukuman mati kepada Tindak Pidana Korupsi" kemudian setelah kami mengetahui bahwa kami masuk final semangat kami semakin bertambah untuk mencari materi dan belajar mengenai 'hukuman mati kepada tindak pidana korupsi' kami di beri waktu 30 menit dalam mempersiapkan baik persiapan diri maupun argumentasi karna dengan waktu yang singkat dan dengan mosi yang baru di berikan merupakan tantangan bagi kami dalam perebutan juara 1 dan 2 kali ini kami melawan tim Civic Education 1 yang merupakan teman-teman satu program studi yaitu PPKN 2016 yang merupakan tim terkuat pada perdebatan HARKIT HMPKN. Hingga tibalah pada pertandingan terakhir dengan yang sama seperti tadi pengundian pro dan kontra di lakukan ketika dalam arena perdebatan dan kami ada di posisi pro kami setuju akan adanya hukuman mati kepada para tindak pidana korupsi dengan beradu argumen dengan kuat kami tetap memertahankan bahwa kami sangat setuju dengan adanya hukuman mati. Setelah selesai adu argumen dan penutup juga kesimpulan tibalah pada komentar juri ini merupakan hal yang menegangkan karna kurangnya kami yaitu kami banyak menyebutkan data tetapi tidak tahu pasti asal dan sumber data itu yang di sebut " Data Siluman" tetapi kami tetap percaya diri dan terus semangat, hingga tibalah pengumuman pemenang lomba debat HARKIT HMPKN 2017 yaitu jatuh pada:
Juara 1 di raih oleh: Tim Civic Education 1
Juara 2 di raih oleh: Tim Pemuda Kontributif ( Beastudi Etos Samarinda )
Juara 3 di raih oleh: Tim Civic Education 2
Gambar 1: Pengumuman Lomba
Gambar 2: Pengambilan Hadiah
Allhamdulillahhirobbilalamin.............................................................
Pemuda Kontributif meraih juara 2 meski hanya juara dua itu merupakan penghargaan terbaik sepanjang masa, dan sepanjang hidup menjadi etoser, meraih prestasi merupakan bentuk cita-cita dari kami dan dengan ini kami dapat meraih dan memenuhi Profil Pemuda Kontributif.



0 komentar:
Posting Komentar